We Know Nothing / We Know All Things

We Know Nothing or We Know All Things?

We Know Nothing,yang artinya kita tidak tahu apa-apa. Allah SWT menciptakan manusia yang pertamanya dari tanah dan dari air mani yang kemudian menjadi segumpal daging dan terbentuklah manusia. Kita juga dilahirkan dengan tidak mengetahui apapun, kita hanya bisa melihat keatas. Setelah kita belajar dalam hidup ini maka kemudian kita mengerti akan apa arti hidup ini, dan dalam proses perjalanan hidup, kita juga akan lebih tahu mana yang baik dan mana yang tidak baik, dan kita juga bisa membedakan mana yang boleh kita kerjakan dan mana yang tidak boleh kita kerjakan. Seperti halnya dengan pendidikan, barang siapa yang tidak bersungguh-sungguh dalam mencari ilmu atau belajar, maka kita tidak akan mengerti dan kita tidak akan bisa memahami ilmu yang telah kita peroleh dari guru-guru kita.

Seperti dalam pepatah arab mengatakan:
“qad fata ma fata” yang artinya “ Barang siapa yang bersungguh-sungguh maka kelak apa yang kita inginkan akan tercapai”.

Kita dilahirkan dengan tidak mengerti apa-apa, belum bisa bicara, dan belum bisa berjalan. Seiring dengan bertambahnya usia kita sudah mulai mengerti merangkak dan hanya bisa memanggil seorang ibu dengan kata yang belum begitu jelas atau ibu kita masih belum mengerti panggilan dari kita dengan jelas. Namun lambat laun orang tua kitapun paham akan apa yang kita katakan. Sampai kita tumbuh menjadi anak yang senang bermain dan ingin tahu apapun tentang kehidupan dan mulai ingin mengetahui tentang ilmu dan belajar.

Setelah memasuki umur 5 tahun kita mulai pendidikan semiformal dengan TK (taman kanak-kanak), dan berlanjut kesekolah SD (sekolah dasar), setelah kita lulus SD kita melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP (sekolah menengah pertama) dan sampai pada akhirnya kita melanjutkan pendidikan keperguruan tinggi. Dari situlah kita bisa mendapat semua ilmu yang dulunya kita tak tahu dan sekarang menjadi tahu. Atau from We Know Nothing to Know Everything.

Kita hidup didunia ini bukanlah hanya untuk kehidupan dunia saja, tapi kita juga perlu memahami atau mengerti tentang agama, jika kita hidup didunia ini dengan tidak memiliki ilmu atau tidak mengerti tentang ilmu sungguh sia-sia akan kehidupan kita didunia ini. Dan kita tidak hanya mencari ilmu dunia saja, tapi kita juga harus mencari ilmu agama, supaya kita mengetahui tentang dunia dan akhirat. Dan kita hidup didunia ini tidak boleh sombong walaupun sekarang sering kita lihat bahwa manusia didunia ini banyak yang sombong dengan kecantikan dan kekayaan yang dimilikinya, banyak orang yang sudah sukses tidakpeduli dengan orang yang dibawahnya, bahkan mereka merasa bahwa orang yang dibawahnya itu adalah orang yang sangat jauh berbeda dengan kehidupannya, padahal kita tahu bahwa Allah tidak menyukai orang yang memperlakukan orang lain seperti budak, atau memperlakukan orang lain dengan tidak selayaknya. Dan kita harus menuntut ilmu dengan cara yang ikhlas dan diridhai Allah.

Seperti dalam firmannya:
“Serulah (manusia) kepada jalan tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk”.

Seperti dalam Al-Qur’an dikatakan :
“Karena kesembongan (mereka) dan k arena rencana (mereka) yang jahat. Rencana yang jahat itu hanya akan menimpa orang yang merencanakannya sendiri. Mereka hanyalah menunggu (berlakunya) ketentuan kepada orang-orang yang terdahulu. Maka kamu tidak akan mendapatkan perubahan bagi Allah, dan tidak (pula) akan menemui penyimpangan bagi ketentuan Allah itu”.

Masa kuliah bagi saya adalah masa yang harus mulai berfikir lebih jauh bagaimana kedepannya, agar nanti kita mendapatkan kehidupan yang baik dan layak untuk kita. Setelah kuliah kita akan memasuki dunia kerja, kemudian kita akan mulai membangun rumah tangga.Sampai umur kita sudah mendekati yang namanya kematian,tapi kita tidak akan pernah tahu kapan kesuksesan akan kita raih dan kapan ajal akan menjemput kita.

“Keteladanan menjadi kunci utama dalam proses pendidikan,tanpa keteladanan pendidikan hanya akan menjadi “transfer of knowledge” tapi tidak “transfer of value”.

Maka hanya inilah yang bisa saya ceritakan tentang kalimat “We Know Nothing”, karena ilmu yang saya miliki belumlah begitu sempurna, karena saya juga masih dalam tahap belajar dan mencari ilmu tentang apa yang belum saya ketahui.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s